Selasa, 17 Juni 2014

Alternatif Sarana Transportasi menggunakan Angkutan Umum dari Jakarta ke Cisarua / Cisarua ke Jakarta

Bagikan Artikel ini:


Sekedar membandingkan perkembangan/perubahan tarif sarana transportasi angkutan umum dari Jakarta ke Cisarua di beberapa periode, sebagai berikut:


Moda Transportasi
Periode
Januari 20101
Juli 20122
Juni 2014
Tarif (Rp)
Tarif (Rp)
Tarif (Rp)
Waktu Tempuh
KRL Jabodetabek ke Stasiun Bogor
11.000
(Gondangdia)
7.000
(Manggarai)
4.500
(Tanah Abang)
± 1,5 jam
Angkot Stasiun – Baranangsiang
2.500
2.500
3.000
± 15 menit
Angkot Baranangsiang – Ciawi
15.000
(Colt L-300)
2.500
3.000
± 25 menit
Angkot Ciawi – Cisarua
4.500
10.000
(bonus lewat jalan alternatif anti macet)
± 1 jam 20 mnt
TOTAL
28.500
16.500
20.500
± 3,5 jam

Update 18 Juni 2014:
Angkutan Umum dari Cisarua ke Jakarta:
1. Angkot Cisarua - Ciawi : Rp5.000 (rute normal),± 35 menit
2. Angkot Ciawi - Baranangsiang : Rp3.000,   
± 30 menit (padat) 
3. Angkot Baranangsiang - Stasiun : Rp2.500, ± 15 menit
4. KRL Jabodetabek : Rp4.500, ± 2 jam (Bogor - Kramat) 
Total: Rp15.000, ± 3 jam 20 menit

Referensi:
[1] Time and Dream
     (http://anraratri.blogspot.com/2010/01/tarif-ngebolang-ke-taman-safari.html, diakses 16 Juni 2014)
[2] Travela's Travela
      (http://travelatravela.blogspot.com/2013/02/ke-taman-safari-dengan-angkutan-umum.html, diakses 16 
         Juni 2014)


Minggu, 12 Desember 2010

Energy Efficiency Grade

Bagikan Artikel ini:


Selain sering ditemukan logo standby power saving seperti dibahas pada artikel sebelumnya, pada beberapa peralatan elektronik juga sering ditemukan label seperti pada Gambar 1. Label yang merupakan bagian dari program "Energy Efficiency Label and Standard" dari Kemco ini menunjukkan tingkat efisiensi pemakaian energi dari produk yang bersangkutan. Bila kita perhatikan, label ini juga mencantumkan besarnya emisi CO2 yang dihasilkan. 

Gambar 1. Label "Energy Efficiency Standard"

Kemco mewajibkan pencantuman label ini pada 17 jenis produk, sesuai dengan tingkat efisiensi energi yang dimiliki, dari level 1 (tertinggi) sampai 5 (terendah). Selain itu, ada enam jenis produk lagi yang diwajibkan untuk memenuhi batas terendah tingkat efisiensi energi yang diperbolehkan, sesuai dengan "Minimum Energy Performance Standard", alias MEPS. Jadi, secara total, ada 23 jenis produk yang harus memiliki tingkat efisiensi energi di antara lima level yang ditentukan. Produk-produk yang gagal memenuhi MEPS dilarang untuk diproduksi dan dijual.

Label ini dicantumkan di sisi depan atau samping dari produk, agar mudah dilihat oleh calon konsumen. Gambar 2 menunjukkan contoh pencantuman label pada produk sebenarnya. Untuk jenis produk tertentu, seperti lampu dan alat penerang lainnya, label boleh dicantumkan di kemasannya. Bila suatu produk memiliki kemasan tersendiri (kotak) sekaligus kemasan besar (kardus), maka label ini wajib dicantumkan pada kedua jenis kemasan tersebut. Hal ini dapat mendorong konsumen untuk membeli produk yang hemat energi. Dengan demikian, penghematan energi dapat dicapai, demi menghindari perubahan iklim global. 

                   (a)                                            (b)                                                         (c)
Gambar 2. Contoh pencantuman label "Energy Efficient Standard" pada (a) air conditioner
(b) lemari es, dan (c) rice cooker

Satu hal yang juga menarik, yakni bahwa ternyata program pencantuman label ini juga diterapkan pada produk otomotif, bahkan sejak 1992. Sasaran program efisiensi kali ini adalah tingkat konsumsi bahan bakar dari kendaraan yang bersangkutan. Bagi produk yang memenuhi standar efisiensi konsumsi bahan bakar dari level 1 (tertinggi) sampai level 5 (terendah), produsen dapat mencantumkan label seperti pada Gambar 3, termasuk label yang menyebutkan predikat efisiensi bahan bakar dari kendaraan tersebut. 

Gambar 3. Label tingkat konsumsi bahan bakar untuk produk otomotif (atas)
dan label untuk predikat "Baik" dalam efisiensi bahan bakar (bawah)

Label biasa dicantumkan di sisi belakang atau samping dari kendaraan, agar mudah dilihat oleh calon konsumen. Bahkan, produsen dapat pula mencantumkan label ini pada media pemasaran kendaraan tersebut, seperti iklan dan katalog produk. Untuk detilnya, berikut dapat disimak standar efisiensi konsumsi bahan bakar yang digunakan dalam penentuan peringkat, dihitung dari besarnya kilometer yang dapat ditempuh per satu liter bahan bakar (km/L): 
  • Efisiensi level 1 : konsumsi bahan bakar di atas 15 km/L
  • Efisiensi level 2 : konsumsi bahan bakar di antara 14,9 - 12,8 km/L   
  • Efisiensi level 3 : konsumsi bahan bakar di antara 12,7 - 10,6 km/L
  • Efisiensi level 4 : konsumsi bahan bakar di antara 10,5 - 8,4 km/L
  • Efisiensi level 5 : konsumsi bahan bakar di bawah 8,3 km/L
Kira-kira, kendaraan yang Anda gunakan sekarang masuk kategori yang mana?

Referensi:


Sabtu, 11 Desember 2010

Energy Boy for energy saving

Bagikan Artikel ini:


Pada beberapa peralatan elektronik, termasuk lampu, tanpa sadar sering terlihat sebuah logo berbentuk mirip huruf 'e' dengan dua buah titik menyerupai mata dan empat buah garis menyerupai pancaran sinar, seperti tertera pada Gambar 1. 


Gambar 1. Logo "Energy Boy"

Ternyata sebutan logo ini adalah "Energy Boy", yang melambangkan bahwa produk tersebut telah diikutsertakan dalam e-Standby Program. Program ini boleh dikatakan merupakan sebuah gerakan yang digalakkan oleh Korea Energy Management Corporation (Kemco) untuk mendorong para produsen elektronik agar meminimalkan konsumsi energi pada produknya pada saat tidak diaktifkan, tepatnya pada kondisi standby. Tulisan dalam bahasa Korea 'eneoji jeolyak' pada logonya sendiri lebih kurang berarti energy saving

Gambar 2. "Standby Power Warning Label"

Pada intinya, program ini berusaha menetapkan standar standby power hingga kurang dari 1W. Keikutsertaan produsen dalam program ini masih bersifat sukarela. Namun, tampaknya program ini akan terus ditingkatkan sehingga menjadi suatu ketentuan yang wajib diikuti oleh seluruh produsen yang memasarkan produknya di Korea, dengan dimulainya roadmap "Standby Korea 2010". Tapi, bagi produk-produk yang tidak memenuhi standar standby power di atas, maka diwajibkan kepada produsennya untuk mencantumkan sebuah label lain, yakni "Standby Power Warning Label" (Gambar 2). Penerapan kebijakan ini dilakukan demi mendorong kelancaran kebijakan konservasi energi dalam negeri. 

Standar ini sendiri disarankan oleh Ministry of Knowledge Economy bersama dengan Kemco. Setidaknya ada 20 jenis produk yang menjadi sasaran program ini, di antaranya adalah komputer, televisi, radio, microwave oven, hingga electronic toilet seat. Gambar 3 menunjukkan contoh pencantuman label "Energy Boy" pada produk sebenarnya. Para produsen dan importir yang ingin memperoleh hak pencantuman label "Energy Boy" tersebut dapat membuat kesepakatan dengan pihak Kemco. Lebih jauh, pihak Kemco juga telah memberi catatan bahwa program ini merupakan program pertama di dunia yang mewajibkan pencatuman "Standby Power Warning Label" pada produk-produk elektronik yang beredar di pasar.

                     (a)                                                                (b)
Gambar 3. Contoh label "Energy Boy" pada (a) televisi dan (b) microwave

Kesimpulannya, produk-produk yang telah memiliki label "Energy Boy" mempunyai standby power kurang dari 1W, sehingga tidak terlalu boros energi bila dibiarkan terus terhubung dengan sumber listrik. Namun untuk jenis produk tertentu, ada yang batasan standby power-nya mencapai 20W, seperti pada komputer.

Referensi:


[terimakasihku.com] Aldhino A. mengirim ucapan terimakasih

Bagikan Artikel ini:


Aldhino A. mengirim ucapan terimakasih di www.terimakasihku.com
Email ini adalah pemberitahuan, karena Aldhino A. menujukan ucapan tersebut
untuk Anda.
Untuk melihat silahkan menuju link berikut ini.
http://www.terimakasihku.com/view.php?id=794

Salam,
Admin www.terimakasihku.com

Selasa, 07 Desember 2010

Twin Google Buzz Profile Picture

Bagikan Artikel ini:


Sudah agak lama tersimpan rasa penasaran saat memantau update di Google Buzz. Sering tertukar antara post dari kedua orang ini. Ternyata dugaan itu benar. Mereka menggunakan avatar yang sama untuk account masing-masing.

Screenshot ini diambil pada 7 Desember 2010.


Belum di-track lagi apakah itu termasuk pilihan default dari Google atau bukan. Buat yang 'terlibat', lumayan ini buat kenang-kenangan. :D



The Adventures of Sherlock Holmes

Bagikan Artikel ini:


This is a story book.
You can get it in the bookstore, for example an online one.
Wish you happy with this book.

The Adventures of Sherlock Holmes