Sabtu, 11 Desember 2010

Energy Boy for energy saving

Bagikan Artikel ini:


Pada beberapa peralatan elektronik, termasuk lampu, tanpa sadar sering terlihat sebuah logo berbentuk mirip huruf 'e' dengan dua buah titik menyerupai mata dan empat buah garis menyerupai pancaran sinar, seperti tertera pada Gambar 1. 


Gambar 1. Logo "Energy Boy"

Ternyata sebutan logo ini adalah "Energy Boy", yang melambangkan bahwa produk tersebut telah diikutsertakan dalam e-Standby Program. Program ini boleh dikatakan merupakan sebuah gerakan yang digalakkan oleh Korea Energy Management Corporation (Kemco) untuk mendorong para produsen elektronik agar meminimalkan konsumsi energi pada produknya pada saat tidak diaktifkan, tepatnya pada kondisi standby. Tulisan dalam bahasa Korea 'eneoji jeolyak' pada logonya sendiri lebih kurang berarti energy saving

Gambar 2. "Standby Power Warning Label"

Pada intinya, program ini berusaha menetapkan standar standby power hingga kurang dari 1W. Keikutsertaan produsen dalam program ini masih bersifat sukarela. Namun, tampaknya program ini akan terus ditingkatkan sehingga menjadi suatu ketentuan yang wajib diikuti oleh seluruh produsen yang memasarkan produknya di Korea, dengan dimulainya roadmap "Standby Korea 2010". Tapi, bagi produk-produk yang tidak memenuhi standar standby power di atas, maka diwajibkan kepada produsennya untuk mencantumkan sebuah label lain, yakni "Standby Power Warning Label" (Gambar 2). Penerapan kebijakan ini dilakukan demi mendorong kelancaran kebijakan konservasi energi dalam negeri. 

Standar ini sendiri disarankan oleh Ministry of Knowledge Economy bersama dengan Kemco. Setidaknya ada 20 jenis produk yang menjadi sasaran program ini, di antaranya adalah komputer, televisi, radio, microwave oven, hingga electronic toilet seat. Gambar 3 menunjukkan contoh pencantuman label "Energy Boy" pada produk sebenarnya. Para produsen dan importir yang ingin memperoleh hak pencantuman label "Energy Boy" tersebut dapat membuat kesepakatan dengan pihak Kemco. Lebih jauh, pihak Kemco juga telah memberi catatan bahwa program ini merupakan program pertama di dunia yang mewajibkan pencatuman "Standby Power Warning Label" pada produk-produk elektronik yang beredar di pasar.

                     (a)                                                                (b)
Gambar 3. Contoh label "Energy Boy" pada (a) televisi dan (b) microwave

Kesimpulannya, produk-produk yang telah memiliki label "Energy Boy" mempunyai standby power kurang dari 1W, sehingga tidak terlalu boros energi bila dibiarkan terus terhubung dengan sumber listrik. Namun untuk jenis produk tertentu, ada yang batasan standby power-nya mencapai 20W, seperti pada komputer.

Referensi:


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar